“RUMAH TANGGA ISTANA KEHIDUPAN SUAMI ISTERI”

KHUTBAH AKAD NIKAH

“RUMAH TANGGA ISTANA KEHIDUPAN SUAMI ISTERI”

Karya :  H. Ramlan Mardjoned

 

Ditulis Kembali Oleh :

Alda Hidayatul Khusna

Aldahidayatul11@gmail.com

(Untuk Memenuhi Tugas saat magang di KUA Kec. Trenggalek)

11 Februari 2022

Assalamualaikum  warahmahtullahi  wabarakatuh

Saudara Anshor dan Nuraini saleh Abdurahman

Bapak – Bapak, Ibu- ibu yang terhormat

Perkenankanlah saya menyampaikan sambutan ini, isinya terutama pada kedua mempelai.

Anshor dan nuraini teah melaksanakan Aqad Nikah dan Ijab Qabul untuk hidup sebagai suami isteri yang sah, dan akan hidup bersama dalam satu rumah tangga.

Mengucapkan Aqad Nikah dan Ijab Qabulo di hadapan wali dan saksi yang di pimpin penghulu antara Anshor dan wali dari nuraini merupakan timbang terima amanah Ilahi.

Pada mulanya Nuraini berada di bawah tanggung jawab Ayah dan Ibunya, sebagai anak dia merupakan amanah Ilahi, kini tanggung jawab amanah Illahi itu di limpahkan kepada anshor sebagai suami.

Selama ini tanggung jawab pendidikan dan perlindungan Nuraini berada pada Ayah dan Ibunya.

Tanggung Jawab Suami

Maka sedarilah Saudara Anshor, saudara telah memikul tanggung jawab sebagai Suami atas Istri karena Akad  Nikah merupakan perjanjian suci, merupakan amanah Ilahi yang di pertaruhkan oleh Allah. Aqad Nikah dan Ijab Qabul bukan semata-mata merupakan soal formalitas administrasi, bukan pula merupakan perjanjian kontrak yang mempunyai batas waktu, tetapi Aqad Nikah adalah janji yan tidak boleh di permainkan dan janji tidak boleh di ingkari.

Rasulullah saw, menegaskan bahwa

berbaktilah kepada allah dalam urusan istri (perempuan), karena sesungguhnya kamu telah terima mereka dengan amanah dari Allah” ( Al-Hadist)

Saudara Anshor sebagai kepala Rumah Tangga pemikul tanggung jawab ke luar dan ke dalam ibarat kapten Kapal Tampomas II ( yang mendapat musibah) di laut masa lembo dari jakarta ke ujung pandang, yang bertanggung jawab atas keselamtan para penumpangnya

Kapten Kapal tetap berusaha menolong  para penumpang terjun ke laut, berusaha menyelamatkan diri di tengah – tengah bahaya dan tantangan maut pada saat badai menyerang, ombak dan gelombang menggulung, hujan, kabut awan yang gelap, di tambah asap kebakaran yan g tidak dapat di padamkan, sampai kapal tenggelam ke dasar laut dihisap perut bumi,kapten kapal tidak lari meninggalkan tanggung jawabnya. Dia meloncat ke laut sebagai orang terakhir.

Tanggung jawab kepemimpinan suami dalam  melkasanakan  kewajibannya memimpin istri, mendidik istri dan melindungi istri dari segala gangguan yang mungkin datang,  dan mencukup keperluan  istri dengan kemampuan yang ada.

Syariat islam sangat memberikan perhatrian terhadap kehidupan Suami Istri hidup membina Rumah Tangga.

اَلرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاۤءِ بِمَا فَضَّلَ اللّٰهُ بَعْضَهُمْ عَلٰى بَعْضٍ وَّبِمَآ اَنْفَقُوْا مِنْ اَمْوَالِهِمْ

“laki – laki (Suami) adalah pelindung perempuan (Istri)  bedasarkan apa yang di lebihkan. Allah atas yang satu dari yang lain (sesuai dengan fitrah kejadian masing-masing) dan bedasarkan apa yang di nafkahkan dari harta mereka” ( An-Nisa:34)

Tanggung jawab Isteri

Saudara Nuraini

Di samping Nuraini mendapatkan hak-hak perlindungan dan pembiayaan hidup dari Suami, Nuraini pun mempunyai kewajiban sebagai perempuan dan Istri kepada Suami. Apabila Istri tidak melaksanakan fithrah-nya sebagai perempuan yakni melayani dan mempersiapkan keperluan Suami lahir dan batin, mengatur keserasian Rumah Tangga dan Mendidik anak, maka rumah tangga itu akan goncang.

            Dengan demikian Istri dapat memberikan jaminan ketenangan paa saat suami yang keluar rumah mencari nafkah hidup.

            Tidak dapat dikatakan istri yang sebenarnya, apabila dia mengabaikan panggilan fithrah dan qodrat hidupnya sebagai perempuan dan istri. Yakni : mengandung, melahirkan, menyiapkan pakaian, makan, dan minum anak-anak.

            Apabila seorang perempuan tidak memenuhi panggilan hidupnya sebagai istri, maka akan terasalah:

1.      Rumah luas akan sempit

2.      Rumah lapang akan menjadi sesak

3.      Bila berada di dalamnya terasa duduk di atas bara api.

Untuk mendapatkan ketenangan hati, ketentraman jiwa dan kebahagiaan sumai istri dalam berkeluarga membangun satu Rumah Tangga:

1.      Harus ada tanggung jawab

2.      Harus ada keseimbangan antara tuntutan hak dan pelaksanaan kewajiban

3.      Antara hak dan kewajiban suami dan istrei harus diindahkan dengan baik

Apabila salah satu pihak tidak memengindahkannya, seperti bila suami pulang dari kantor, tetapi istritidak ada di rumah, maka Bapak bertanya pada anaknya, ke mana Ibumu neng?

-          Ibu pergi arisan Pak

-          Besoknya, Ibu pergio rapat organisasi Ibu-ibu

-          Lusanya, Ibu ke Salon untuk mempersiapkan diri menghadiri undangan pesta.

-          Hari berikutnya, Ibu bertandang ke rumah tetangga di sebelah sedang mencari kutu.

Pada saat itu terjadilah gunjingan, menceritaka isi Rumah Tangga orang lain.

Bapaknya si Ujang depan rumah kita itu beli Tv berwarna, beli mesin cuci, keluhnya pada Suaminya sepulangnya. Maka timbullah persaingan, iri hati, bahkan datang nafsu tuntutan kepada Suami.

            Akibatnya istri senang ke luar, Suami pun senang di luar. Urusan makan minum dan pakaian suami diurus pembantu, mengatur anak-anak diserahkan pada pembantu. Maka perubahan pun terjadi. Cinta dan kasih sayang suami berkurang kepada istri. Bahaya bila kasih sayang suami pindah kepada pembantu, kewibawaan ibu bapak terhadap anak dan keluarga isi rumah tangga akan kabur, siapa sebenarnya yang bertanggung jawab, Bapak atau Ibu atau sama-sama menyerahkan kepada pembantu?

Dalam suasana rumah tangga yang demikian ketegangan perselisihan dan perceraian bukan tidak mungkin terjadi Definisi rumah tangga saudara Anshor dan Nuraini Apakah dinamakan rumah tangga itu rumah tangga bukan hanya sekedar ada tangga untuk naik dan ada pintu untuk masuk bukan itu bukan itu artinya rumah tangga Sebab Hotel pun ada tangga dan pintunya tetapi Hotel tidak dikatakan rumah tangga yang ada di Sana hanya restoran tempat sekedar melepas dahaga dan lapar dan tempat istirahat sementara untuk mengendurkan ketegangan otot dan saraf yang lelah syariat Islam sesuai dengan firman Allah memberikan definisi rumah tangga yaitu terdapat terdapat dalam surat ar-rum ayat 21 diantara tanda-tanda kebesarannya Allah diciptakannya jodoh untukmu istri dari jenismu supaya kamu dapat bertempat tinggal bersama dalam ketentraman jiwa dan dengan dia dan diberinya perasaan mawaddah dan rahmah perasaan cinta dan kasih sayang diantara kamu berdua Di dalam ayat di atas ada kata litaskunu ilaiha artinya agar kamu di dalamnya mendapatkan ketentraman batin dan ketenangan jiwa ada kata mawaddah warahmah artinya diliputi dengan rasa cinta dan kasih sayang yang dinaungi oleh Rahmat Ilahi.

Tempat di mendapatkannya hanyalah di dalam rumah tangga isi terdapat sepasang suami istri. Di dalam rumah tangga yang dibina atas dasar litaskunu ilaiha dan mawaddah warahmah itulah yang merupakan taman persemaian kebahagiaan suami dan istri dan pembinaan anak-anak keturunan dapat tumbuh dengan subur

 rumah tangga merupakan istana kehidupan beserta keluarganya sehari-hari perasaan dan pikiran semangat dan tenaga dipadukan dalam menerima kenyataan hidup yang penuh tantangan lingkungan dunia yang keras dan sering kejam. rumah tangga ialah tempat tinggal pasangan suami istri dan di sanalah anak-anak dilahirkan dan dibesarkan di rumah pula umat manusia mula-mula membina keluarga baik keluarga kecil maupun keluarga besar dalam rumah tangga terdapat

1.      suami sebagai Bapak bertindak laksana penguasa yang dilandasi cinta dan kasih sayang sehingga dapat dirasakan manis dan pahitnya kehidupan

2.      istri sebagai ibu mengurus dan mengatur menjadikan rumah tangga itu sebagai Muara yang tenang dan aman pelabuhan yang teduh dan tenteram tempat peristirahatan yang segar menarik untuk seluruh keluarga baik waktu suka dan duka waktu sakit dan senang tempat mengadukan nasib pergi tempat pamitan pulang tempat bercerita

3.      rumah tangga ialah tempat tinggal pasangan suami istri yang sudah melangsungkan akad nikah dan ijab qobul bagi orang yang belum melangsungkan akad nikah dan ijab qobul disebut yang belum membangun rumah tangga kedudukan suami istri

 posisi kebersamaan suami istri harus berpegang teguh kepada syariat Islam harus ada saling pengertian antara satu dengan yang lain

1.      istri paham akan hak dan kewajibannya 

2.      suami mengerti pula akan hak dan kewajibannya 

3.      demikian keduanya akan terikat menjadi erat dan saling memerlukan keduanya akan damai dan aman Sentosa 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala Meletakkan dasar kedudukan suami dan istri di dalam rumah tangga dengan hak dan kewajiban yang seimbang perempuan mempunyai hak terhadap kaum laki-laki seperti kaum laki-laki mempunyai hak terhadap kaum perempuan suami istri dalam rumah tangga adalah tidak ada kelebihan antara satu dengan yang lain Perbedaannya terletak dalam tugas dan tanggung jawab belaka.

Seperti ungkapan peribahasa berikut berat sama dipikul ringan sama dijinjing hubungan kerja suami istri barat mengarungi bahtera dengan pembagian yang jelas

1.      suami sebagai nakhoda pemegang pimpinan 

2.      istri sebagai juru mudi pengatur arah tujuan karena itu ikatan antara dan semedi 

3.      harus saling menghargai dan saling mempercayai satu dengan yang lain

4.      Harus ada kerjasama hidup antara keduanya

Sebaliknya apabila kerja sama antara suami istri itu tidak baik, seperti

1.      Meningkatkan diri sendiri dan mau menang sendiri, antara satu dengan yang lain, maka rumah tangga itu akan berakibatt tidak baik, dan bahkan akan hancur.

2.      Apabila pengertian dan kerja sama timbuh dengan baik, maka cinta ibarat bunga: akan befrkembang mekar dan menggairahkan setiap mata memandangnya di  waktu pagi. Bila kerja sama suami istri tidak baik, cintanya pun ibarat bunga juga akan muram dan layu, segan setiap mata memandangnya di waktu petang. Sebab cinta adalah bagaikan sebuah daratan yang dalam perjalanan banyak rintangan dan seluk beluknya.

Al-qur’an pedoman hidup

Saudara Anshor

Pada waktu Aqad nikah dan Ijab qobul, dihadapan wali (orang tua) Nuraini dan saksi-saksi, saudara Ansor telah menyerahkan mas kawin berupa kitab suci Al-Qur’an. Saudara sebagai aktivis remaja masjid, harus menyakini benar-benar, Al-qur’an adalah pedoman hidup saudara membina Rumah Tangga dan bertetangga dengan anggota masyarakat lain secara luas. Jangan sampai kitab suci Al-qur’an di dalam pernikahan itu sekedar sebagai lambing semata-mata, karena terdorong orang kebanyakan menggunakan Al-qur’an sebagai mas kawin, maka saudara pun ikut-ikutan juga.

            Tetapi, kalua saudara menggunakan Al-qur’an itu sebagai pegangan cita-cita hidup, Insya Allah :

1.      Rumah tangga saudara akan hidup

2.      Masyarakat saudara pun akan hidup

Keyakinan yang demikian perlu dihidupkan, karena orang zaman kini, melambangkan Al-qur’an itu hanya sebagai MTQ (Musabaqah Tilawaatil qur’an) , sekedar untuk mendapatakan hadiah dan juara. Sebagai kebanggaan semata-mata, tetapi Al-Qur’an belum dijadikan sebagai pedoman hidup.

Suasana kehidupan Al-qur’an itu hendaknya ditatar di dalam kehidupan setiap rumah tangga muslim. Kiranya dengan cara demikian umat islam tidak memerlukan biaya penataran yang tinggi dan mahal.

Saudara Anshor

            Saudara sebagai pemuda Islam selama ini  senantiasa aktif dalam pergaulan dan kegiatan da’wah, saya pesankan jangan sampai kendor semangat da’wah itu, hanya lantaran telah menikah dan membangun rumah tangga. Jangan istri dan anak dijadikan alas an untuk tidak hadir di pengajian masjid yang selama ini saudara bina.

             Saya ceritakan, bagaimana semangat kaum Yahudi di dalam membangun bangsa Israel, mereka selangkah demi selangkah merebut tanah Palestina. Ketika, terjadi pertempuran di Negev tahun 1984, komandannya Moshe Dayan, memerintahkan pasukannya menggali tebing-tebing di pinggiran Wadi yang penuh bahaya, maka tampillah anak muda Bernama Amos Abramson, pemuda Amos tampil karena didorong oleh semangat : “Spirit Israel Sejati”  dan patuh terhadap pemimpinnya.

            Setelah selesai pertempuran, Moshe Dayan melihat dua orang prajuritnya : Arik Nehemkin dan Micha Ben Barak yang terluka pada sebelah matanya, Moshe Dayan teringat pada peristiwa pertempuran yang matanya juga luka, baginya pengalaman bermata satu, untuk memberi semangat dan percaya diri pada prajuritnya: “Kawan-kawan” kata Moshe Dayan : “Untuk memandang segala sesuatu dalam dunia yang cacat ini, dengan satu mata sudah cukup.

            Pertempuran demi pertempuran, peperangan demi peperangan berlanjut terus, sampai pada perang Ramadhan/ Oktober 1973 atau perang Yom Kippur.

            Dalam peperangan itu Mesir dan Syria mencapai kemenangan gemilang, sedangkan Israel kehilangan prajurit sangat besar, hamper semua komandan dan wakil komandan mati, dan diganti lapis ketiga, Sebagian juga mati, mereka memperlihatkan kepada dunia: “Semangat Yahudi tidak dapat dimatikan.”

            Moshe Dayan menuliskan dalam bukunya : “Story of My Life” tentang Kolonel Yossi, yang menikah dengan Eynat, dan pestanya berlangsung di Gunung Karmel. Dan dia berbulan madu di Katmandu. Ketika pecah perang Mesir dan Syaria dengan Israel, Kolonel Yossi dan Istrinya segera mencari tempat untuk kapal yang pertama berangkat dari Nepal. Mereka terbang melewati New Delhi, Bombay dan Athena, dengan pesawat El-AL membawa mereka berdua ke Israel dari Yunani, Yossi menelepon orang tuanya agar membawa perlengkapan perang di lapangan terbang Lod (Israel).

            Istrinya dititipkan pada orang tuanya, ia mengucapkan selamat tinggal pada istrinya. Dari lapangan terbang Lod, Yossi langsung menelepon kesatuannya, dia ia ditugaskan di Front Utara, karena Syria telah menghancurkan pertahanan Israel, sedangkan komandan Ben Shoham telah gugur, Yossi harus mengambil alih komandan perang, memimpin sisa-sisa pasukan kesatuannya.

            Pada 9 Oktober 1973, Kol.Yossi bergerak dengan pasukannya Syiria dating dari arah timur dengan 60 buah tank, dan Yossi dari arah barat dengan 11 buah tank. Pasukan Israel dapat mengambil alih pimpinan perang.

            Kolonel Yossi merebut posisi kuat puncak tel Sham, di jalan Kumeitra menuju arah Damaskus (ibu kota Syria), tetapi pertahanan Syria cukup kuat.

Kemengangan dicapai, hadiah dengan kehilangan kakinya sebelah, paha kirinya hancur.

            Ketika Eynat, Istrinya berusaha menjumpai Yossi, pertemuan persis tepat Ketika kereta di dorong tiba di muka kamar bedah. Seperti suasana dalam bulan madu, Yossi menenangkan Istrinya : “Jangan cemas, sayang! Tak ada yang perlu ditakutkan. Tenanglah sayang. Aku hanya kehilangan sebelah kaki.”

Disiplin dan kemauan keras

Saudara Anshor dan Nuraini

Saya ambilkan cerita perang di atas, untuk menggugah perasaan Saudara dan kita semua, kenapa Israel itu dari satu perang ke Medan perang selalu menang. Kita benci pada orang Yahudi, tapi kita harus pelajari di mana letak kekuatan dan keberhasilannya.

            Kesimpulannya sebagai berikut :

1.      Orang Yahudi mempunyai kemauan yang keras dan disiplin yang tinggi untuk membangun satu bangsa Israel.

2.      Kesediaan berkorban yang besar dari setiap orang Yahudi di seluruh dunia, bukan hanya harta, tapi Istri yang tercinta, walaupun sedang dalam berbulan madu:

-          Istri ditinggalkan di tempat tidur

-          Maut dijumpai di medan pertempuran

3.      Setiap orang yahudi:

-          Setia pada pemimpin, walaupun perintah yang diterima berhadapan dengan bahaya,

-          Taat kepada setiap perintah pemimpin walaupun korban diterima,

-          Disiplin dan kesatuan ditegakkan Bersama

-          Wibawa dan kehormatan pemimpin dihargai.

Cerita dan kesimpulan ini perlu direnungkan, dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat remaja islam kelihatannya longgar dari nilai-nilai setia pada pemimpin dan disiplin pada peraturan.

Anshor dan Nuraini

            Aqad Nikah dan Ijab Qobul merupakan peristiwa yang maha penting.

            Bagi kedua mempelai merupakan kegembiraan yang tiada taranya, dan memang telah diidam-idamkan sejak beberapa waktu. Tetapi lain halnya bagi keluarga, terutama Ibu Bapak Nuaraini, pada beliau bercampur perasaan haru dan gembira.

Anshor dan Nuraini

            Sangat perlu merasakan perasaan hati kedua orang tuamu, karena beliau akan melepaskan Ananda untuk membangun Rumah Tangga, belajar menempuh hidup baru, yang akan terpisah dari kehidupan mereka. Yang selama ini Nuraini dikandung, dilahirkan, dibesarkan, dididik, disekolahkan dan bahkan dimanjakan sekarang dilepaskannya untuk menempuh hidup sendiri.

Selama ini anak merupakan “Qurratu a’yun”, “pendidingin pandangan mata,penenang dan penentraman batin orang tua”.

            Kedua orang tuamu juga gembira, karena melepaskan anaknya yang sudah dewasa untuk memasuki kehidupan yang lebih besar, yaitu hidup membina Rumah tangga berdampingan dengan tetangga, Bersama-sama dengan masyarakat luas.

Anshor dan Nuraini

Akhirnya, semua keluarga dan semua yang hadir ini mendo’akan dengan penuh syukur dan harapan.

Semoga saudara berdua diberkati Allah dan dianugerahi-Nya dengan nikmat dan rahmat.

Isi kehidupan rumah tanggamu dengan rasa syukur kepada Allah SWT

Senantiasa diperdengarkan suara adzan dan qamat, dan diperdengarkan suara membaca Al-Qur’an di dalam rumah tanggamu.

Bangunlah rumah tanggamu dengan do’a:

بَارَكَ اللهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِى خَيْرٍ


nb : (sebagai kenangan saat magang di KUA Kec. Trenggalek bersama Salsabella Y.I dan Anisya dengan pembimbing bapak Drs. Assaat Handayono. M.SI)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Catatan Tentang Pernikahan Dari Matrikulasi Kitab Fathul Qorib

MASYARAKAT PAGUYUBAN DALAM MEMBUAT PERATURAN

CONTOH PENGELOLAN WAKAF PRODUKTIF